Sabtu, 04 Agustus 2012

Transformasi Hidup

Setelah beberapa bulan nggak utak atik blog, tiba-tiba terlintas di pikiranku buat mbuka lagi. Sebenarnya ini bukan waktu yang pas untuk merenovasi blog yang pernah kubuat dulu. Mengingat sekarang aku sudah kelas 12 dan harus lebih, lebih dan lebih lagi meyisakan waktu untuk belajar. Tapi mau bagaimana lagi, greget buat utak-atiknya ini lagi gencar-gencarnya. Kuputuskan untuk sebentar saja mengutak-atik, membuat entri, atau yang lain sebagainya. *bukan contoh yang baik*


Ya, mengingat aku sekarang sudah kelas 12, banyak transformasi yang aku rasakan. Entah dalam intra maupun extra-nya. Banyak sekali perbedaan yang kurasakan, dan ada juga beberapa sikap yang memang harus aku rubah. Mulai dari Style, Attitude, Lifestyle, and the others. About how to do something, how to accept or decline something, how to make other people feel comfort with me, and of course what will I do in the future. Ya, inilah jalan hidup yang harus kujalani. Harus aku lewati, sampai-sampai jika aku salah dalam mengambil langkah, aku bisa terjatuh ke jurang yang sangat dalam dan mungkin tidak bisa untuk melanjutkan perjalanan yang sudah kulalui 17 tahun ini.

Bisa dibilang, transformasi hidupku yang sekarang ini sangatlah rawan. Tidak satu ataupun dua kali aku salah dalam mengambil langkah, bahkan berkali-kali. Untung saja, Allah SWT selalu mencurahkan rahmat-Nya kepadaku, sehingga setelah aku melakukan kesalahan yang aku perbuat, aku bisa kembali ingat dan sadar bahwa yang kulakukan itu salah. Ibarat aku terjatuh ke jurang yang sangat dalam, tetapi sebelum 2 meter terjatuh ada orang yang menolongku dan melemparkan talinya kepadaku, sehingga bisa kupanjat dan aku tau bahwa aku telah melangkah ke jalan yang salah.

Tapi aku punya kelemahan. Aku tau dan sadar kalau yang kulakukan adalah salah, tetapi pada hari kedepannya, aku melakukan kesalahan yang sama lagi. Jatuh ke jurang yang sama. Dan kadang kala tidak ada yang menolongku, bahkan tidak ada seseorang pun yang akan melemparkan tali yang bisa kupanjat. Aku jatuh, aku terpuruk, dan mungkin aku akan merasakan semua itu adalah akhir dari segalanya. Ya, itulah kelemahanku, tidak bisa belajar dari semua hal yang telah kuperbuat. Pepatah mengatakan, "Masa lalu adalah guru yang terbaik". Aku setuju dengan pernyataan pepatah itu, aku juga sadar kalau pepatah itu sangat bagus untuk memotivasi diriku. Tapi dalam kenyataannya?

Aku harus bisa, aku harus bisa belajar dari masa lalu. Aku harus bisa, mengerti, dan paham dengan semua yang telah kulakukan, agar aku tak terjebak lagi di kemudian hari. Agar aku tidak jatuh ke jurang yang sama, dan juga tidak menyusahkan orang lain untuk membantuku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar